Sabtu, 04 Januari 2014

Penyakit Ginjal

Penyakit Ginjal,Jenis dan penyebabnya

ginjal
Penyakit ginjal merupakan penyakit yang paling sering ditemukan di masyarakat. Merujuk data dari PERNEFRI (Perhimpunan Nefrologi Indonesia), 8,6% dari penduduk Indonesia menderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK). Penyakit ginjal dapat bermanifestasi dalam 2 bentuk yaitu 1. Penyakit Ginjal Kronik; 2. Gangguan Ginjal Akut atau Acute Kidney Injury (AKI).

Dikatakan PGK bila ditemukan adanya gangguan struktur ginjal (kidney damage) atau Laju Filtrasi Glomerulus (kecepatan proses penyaringan darah oleh ginjal) kurang dari 60 mL/menit selama lebih dari 3 bulan. Gangguan struktur ginjal dinyatakan dengan adanya sel darah merah (sedimen eritrosit) dalam urin atau protein dalam urin atau terlihat kelainan ginjal melalui pemeriksaan USG atau CT-Scan yang menetap lebih dari 3 bulan. Laju Filtrasi Glomerulus atau eGFR (estimated Glomerular Filtration Rate) dapat dihitung dari kadar kreatinin darah dan umur pasien dengan menggunakan rumus. Saat ini data eGFR sudah tercantum dalam laporan hasil pemeriksaan laboratorium darah dari beberapa laboratorium di Indonesia, termasuk di laboratorium klinik Prodia.

Dikatakan AKI bila dalam waktu 48 jam terjadi peningkatan kadar kreatinin darah ≥ 0,3 mg/dL dibandingkan dengan kadar kreatinin sebelumnya atau peningkatan kadar kreatinin darah ≥ 50% atau volume urin kurang dari 0,5 mL/kg berat badan per jam (bila berat badan 60 kg, volume urin kurang dari 30 mL per jam) dalam waktu lebih dari 6 jam.

Penyakit Ginjal Kronik

Perjalanan penyakit dari PGK, dibagi dalam 5 stadium yaitu Stadium-I bila eGFR lebih dari 90 mL/menit; Stadium-II bila eGFR antara 60-90 mL/menit; Stadium-III bila eGFR antara 30-60 mL/menit; Stadium-IV bila eGFR antara 15-30 mL/menit; Stadium-V atau disebut juga Gagal Ginjal bila eGFR kurang dari 15 mL/menit dan pada stadium ini, pasien sudah diindikasikan untuk masuk dalam program dialisis (cuci darah) atau cangkok ginjal.

Pada PGK tidak ada istilah perbaikan fungsi ginjal, misalnya dari Stadium-III membaik menjadi Stadium-II, melainkan PGK ini akan berjalan terus mulai dari Stadium-I hingga Stadium-V. Tujuan pengobatan adalah berusaha untuk menahan laju perburukan PGK ini, antara lain dengan mengendalikan tekanan darah, atau mengendalikan gula darah, atau melakukan tindakan terhadap hal-hal yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal seperti menghilangkan batu ginjal, menghilangkan sumbatan aliran urin dari ginjal bila ada, menurunkan kadar protein dalam darah bila ada, atau tidak sembarangan mengonsumsi obat, atau mengatur makanan sesuai anjuran dokter spesialis gizi. Sebelum pengobatan, tentu saja perlu diketahui terlebih dahulu, apa yang menyebabkan PGK tersebut. Penyebab PGK yang sering ditemukan di Indonesia adalah Diabetes Melitus, Hipertensi, Batu Ginjal dan Saluran Kemih, Radang Saringan Ginjal (Glomerulonefritis), konsumsi obat penghilang rasa nyeri dalam jangka panjang khususnya obat golongan Anti Inflamasi Non-Steroid seperti piroksikam, asam mefenamat, ibuprofen dan lain-lain.

Acute Kidney Injury (AKI) atau Gangguan Ginjal Akut

Penyebab AKI dapat dikelompokkan dalam; 1. Praginjal; 2. Ginjal; 3. Pasca ginjal. Penyebab Praginjal antara lain berkurangnya volume cairan tubuh (hipovolemia) sebesar lebih dari 10% kali 24% Berat Badan yang tidak segera ditanggulangi (misalnya pada kasus-kasus perdarahan berat, muntah-berak (muntaber), kurang konsumsi air). Praginjal dapat juga disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke ginjal misalnya pada kasus gagal jantung (kemampuan jantung memompa darah berkurang) pada penyakit jantung. Penyebab Ginjal antara lain konsumsi obat-obatan berbahan kimia secara berlabihan yang bersifat mengganggu ginjal (toksik terhadap ginjal atau penyakit yang merusak saringan ginjal secara cepat atau dalam dunia kedokteran disebut sebagai Rapidly Progressive Glomerulonephritis (RPGN). Penyebab pasca ginjal antara lain adanya sumbatan aliran urin secara mendadak akibat batu di kedua saluran kemih (ureter).

Tindakan pengobatan yang dilakukan pada AKI adalah mengatasi dengan segera penyebab timbulnya AKI tersebut. Pada AKI, dalam keadaan tertentu misalnya ada hal-hal yang dapat mengganggu jiwa antara lain kelebihan kalium (hiperkalemia) atau kelebihan cairan tubuh (overload), dilakukan tindakan dialisis yang bersifat sementara.

Berbeda dengan PGK, fungsi ginjal pada AKI dapat kembali kepada keadaan fungsi ginjal sebelumnya bila penyebabnya segera diatasi. Bila sebelumnya fungsi ginjal adalah normal, dengan berhasilnya mengatasi penyebab AKI, maka fungsi ginjal akan kembali normal.

Sebagai kesimpulan, penyakit ginjal dapat berupa Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dan dapat berupa Gangguan Ginjal Akut (AKI). Pengobatan PGK adalah berusaha menahan perjalanan penyakit, sedang pengobatan AKI adalah segera mengatasi penyebab timbulnya AKI. Bila PGK sudah mencapai stadium-V, tindakan yang dilakukan adalah dialisis (cuci darah atau peritoneal dialisis = CAPD) selama hidup atau cangkok ginjal (transplantasi ginjal).

Cara lain adalah mengkonsumsi obat herbal,karena dengan pengobatan herbal ada banyak segi positifnya jika diminum dengan aturan yang disarankan,diantaranya aman,tanpa efek samping,proses penyembuhan lebih cepat,tanpa ketergantungan obat,jika ketergantungan obat ketika obat habis,penyakit akan timbul lagi dan begitu seterusnya.Obat herbal berbahan alami,sehingga aman untuk dikonsumsi.Bisa juga dikonsumsi bersamaan dengan obat dari dokter tapi dengan jeda 1-2 jam.

obat ginjal santhian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar